Sudah Siapkah Bangsa Indonesia Menghadapi Era Globalisasi

Bahasa Indonesia luar biasa besar jasanya dalam meningkat ke-indonesia, tetapi dalam prakteknya bahasa Indonesia tidak banyak di akui di seluruh negara. Mengapa demikian ?, artinya bahasa indonesia hanya di gunakan oleh sekelompok orang saja, segelintir orang saja, artinya bahasa Indonesia tidak menjadi bahasa internasional yang di mana semua bangsa mengakuinya. Bahasa Indonesia hanya di akui di Indonesia saja dan tidak di akui di bangsa / negara lain. Seperti yang kita ketahui bahwa keadaan kondisi bangsa Indonesia saat ini terutama dari sisi kualitas moralitas, bangsa indonesia yang sudah cukup kritis dan masih di bawah garis kemiskinan (kemiskinan mental), mulai dari sisi IPOLESOSBUDHANKAM DAN IPTEK ?. Dimana dari sisi ideologi yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ( Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua), di mana yang saya amati itu lama kelamaan atau sedikit demi sedikit mulai pudar, kekerasan anarkis terjadi di mana mana, perbedaan ras, suku, agama juga terjadi di mana-mana, peperangan antar bangsa indonesia masih terjadi di mana-mana seperti peristiwa mei 1998 yang lalu, kemanakah ideologi banga Indonesia yang Pancasila itu ?.

Belum lagi dari sisi politik , sekarang sudah muncul beraneka ragam partai politik ada sebanyak 44 partai politik mungkin lebih, masing-masing mengatakan dirinya yang terbaik dan masing-masing berbondong-bondong untuk mencalon diri agar dapat terpilih sebagai calon parpol ( Presiden dan Wakil Presiden ) dalam PEMILU tahun depan, kemudian terjadi pertikaian dan peperangan antar sesama partai politik, kemanakah sifat damai dan bangsa yang tergolong ramah dulu ?

Belum lagi sisi ekonomi bangsa indonesia yang sudah sangat terlalu krisis utang sana utang sini sebagai akibat oknum yang tidak bertanggung jawab (KKN) , mungkin sampai tujuh keturunan ke bawah pun tidak sanggup untuk membayar utang tsb, bisa-bisa bangsa indonesia akan menjual negaranya untuk bangsa asing , karena begitu besarnya utang bangsa indonesia terhadap bangsa lain, kemanakah kekayaan sumber alam bangsa Indonesia yang sangat kaya dan makmur itu ?

Belum lagi dari sisi sosial dan kebudayaan yang saat ini sudah tergolong cukup memprihatinkan karena terkena pengaruh sosial dan budaya asing sehingga secara tidak langsung mempengaruhi bangsa indonesia perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit akan menghancurkan sosialisme dan budaya bangsa indonesia, contoh : budaya obat-obatan dan mabuk-mabukan, diskotik, panti pijat, budaya pergaulan bebas dan seks bebas, budaya pakaian yang minim-minim, setengah baju dan setengah badan sehingga maaf kata auratnya kelihatan, bikini dan belum lagi pakaian yang tipis-tipis hampir kelihatan transparan yang sangat di sukai oleh sekelompok atau golongan remaja yang masih bertumbuh atau bahkan sampai orang dewasa, iklan dan majalah yang tidak berbobot yang dapat mendatangkan kecemburuan sosial, kemiskinan mental dan kekerasan, serta kesenian dari pengaruh sosial dan budaya asing, yang dapat merusak citra diri dan insan penerus bangsa, dan juga banyak yang lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, banyak yang sudah di pengaruhi oleh sosial dan budaya asing. Kemanakah sosial dan budaya bangsa Indonesia yang tergolong ramah, sopan santun, memiliki beraneka ragam sosial dan budaya ini ? 

Belum lagi dari sisi pertahanan dan keamanan. Di Indonesia sendiri saja sudah banyak sekali teroris-teroris / terorisme dan kekerasan anarkis yang sudah berkeliaran dimana-mana seperti kasus bom bali yang membuat bangsa Indonesia malu di mata negara-negara lainnya dan belum lagi beberapa kasus bom di kedutaan besar Australia dan kedutaan besar lainnya, yang di lakukan oleh orang atau oknum yang tidak bertanggung-jawab ini, belum lagi kasus perbantaian di aceh, poso dan wilayah indonesia sekitarnya yang tidak dapat di sebutkan satu per satu yang semuanya itu dapat menghambat pertumbuhan dan kemajuan bangsa indonesia. Kemanakah keadilan dari seluruh bangsa indonesia terhadap segelongan rakyat dan bangsa Indonesia yang tertindas, dan khususnya pancasila sila ke tiga dan kelima  mengenai persatuan Indonesia dan Keadilan sosial bagi seluruh bangsa indonesia, dan kemanakah sisi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang tergolong kokoh dan kuat ini ? 

Belum lagi dari sisi Ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana kebanyakan bangsa indonesia hanya memperoleh dan mendapat informasi dari luar  serta menyontek teknologi bangsa lain, dan juga membajak teknologi dari bangsa lain, dan tidak ada satupun bangsa indonesia atau genarasi penurus bangsa Indonesia yang berusaha untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru yang sesuai bagi negaranya sendiri, walaupun sudah ada sebagian masyarakat yang berpikir ke arah sana, tetapi pelaksanaanya masih belum di realisasikan dan dapat dijadikan sumber devisa bagi bangsa lain.

Bangsa indonesia masih belum terlalu menghargai produk dalam negeri, seharusnya bangsa indonesia itu bangga atas produksi dalam negeri (Bangga Produk Indonesia), tetapi kenyataannya bangsa indonesia belum berani mengakui produk sendiri sebagai salah satu produk yang bermutu sehingga bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas mentalitas bangsa indonesia yang sudah sangat jauh ketinggalan di bawah garis kemiskinan, harusnya di mulai dari setiap individu yang mau dan bukan saja mau tetapi memiliki niat dan bukan saja niat tapi memiliki semangat juang tinggi untuk berjuang mencapai impian secara spesifik, terukur, terarah.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini tidak lama lagi era globalisasi pun mulai terasa dan di landa oleh bangsa indonesia, puncaknya mungkin di tahun 2010 ini, hal ini cukup memprihatinkan bangsa indonesia, di mana tahun 2010 terjadi kompetisi secara global (persaingan secara sehat antar negara) dan di mana saat itulah merupakan kunci penentuan ke arah mana bangsa indonesia nantinya, seluruh dunia berbondong-bondong untuk menjadi number one , dan masing-masing negara saling berkompetisi untuk meraih puncak kemenangan.

Siapakah yang akan memegang kunci kemenangan ini, tidak ada satu negara pun yang tahu, yang kuatlah yang akan bertahan sedangkan yang lemah akan di sisihkan dalam pertandingan dan hal tsb sangat tergantung dari seluruh partisipasi masyarakat khususnya penerus bangsa yang ada saat ini , apakah tetap seperti dulu hanya mengulang sejarah bukan membuat sejarah baru, diharapkan adalah bukan mengulang sejarah tetapi membuat sejarah baru. Sudah siapkah bangsa indonesia untuk menghadapi era globalisasi ini yang sudah hampir di ambang pintu ?.

Saya mengajak semua lapisan masyarakat mulai dari masyarakat bawah sampai yang atas untuk tetap bertahan, open mind, terbuka, sadar, dan ambil bagian dalam segala aspek mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, Hankam (Pertahanan & Keamanan) dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan & Teknologi), kalau bukan anda dan saya yang memperhatikan dan merubah bangsa Indonesia yang kita cintai ini, siapa lagi yang mau meluangkan / menghabiskan waktu untuk duduk, memikirkan dan membantu meringankan beban dan masa depan bangsa Indonesia yang sudah hancur ini ?, kemanakah arah bangsa Indonesia akan di bawa nantinya ?, semuanya tidak terlepas dari tanggung-jawab anda dan saya yang benar-benar memiliki dan menaruh hati buat bangsa Indonesia yang kita cintai ini. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: